• Report this post
      • Spam content
      • Offensive content
    • Hide this post

    Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

    Posted in Microsoft Game Studios (Company)
    Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan - PT Pertamina EP, anak bisnis PT Pertamina (Persero), di didalam Proyek Pengembangan Gas Matindok (PPGM) memakai teknologi oksidasi bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan dukungan bakteri yang lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan zat kimia.

    Proyek solusi bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan sehabis itu termasuk berperan di didalam akselerasi pembangunan daerah bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan penyerapan tenaga kerja lokal, pelatihan dan pengembangan penduduk melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)," kata Project Controller PPGM M Rully Yasradi di didalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

    Keberadaan bioreactor sehabis itu merupakan bagian berasal berasal berasal dari layanan memproduksi pengolahan asam sulfat (H2S) jadi Sulfur. "Sampai bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan pas ini, PT Pertamina Bahan Bakar Ramah Lingkungan merupakan keliru satu perusahaan di Indonesia yang memakai teknologi oksidasi bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan dukungan bakteri," ujar Rully.

    Proyek Pengembangan Gas Matindok yang berlokasi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, terdiri atas Central Processing Plan (CPP) Donggi dan CPP Matindok. Menurut Rully, bioreaktor bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan digunakan untuk dua CPP tersebut. "Selain di CPP Donggi, keberadaan Bioreactor tersedia termasuk di CPP Gundih, Jawa Tengah," katanya.

    Pengembangan gas di Sulawesi Tengah merupakan proyek yang perlu gara-gara mampu melindungi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara pengekspor LNG terbesar di dunia. Pembangunan PPGM dipercayai mampu jadi solusi bahan bakar ramah lingkungan menambah kontribusi sektor minyak dan gas bumi di didalam menyumbangkan devisa bagi negara dan mampu saja sebagian untuk substitusi bahan bakar minyak di didalam negeri.

    CPP Donggi sejak Mei tahun ini jadi menyalurkan gas sebanyak 50 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) kepada PT Donggi Senoro LNG (DSLNG). Gas ini berasal berasal berasal berasal dari delapan sumur di lapisan Donggi. Ke depan, CPP Donggi selalu dimungkinkan untuk raih gas berasal berasal berasal dari lapisan Minahaki.

    Pembangunan CPP Donggi yang menghabiskan anggaran sekitar 300 juta dolar AS sehabis itu dikerjakan PT Rekayasa Industri (Rekind) sejak 2012.

    "Pembangunan layanan memproduksi sudah 98,83 persen. Akhir tahun ini diperkirakan sudah full operated oleh Pertamina Ramah Lingkungan EP," kata Rully. Dia beri tambahan tambahan sistem pembangunan CPP Donggi melibatkan sedikitnya 2.000 orang tenaga lokal yang berasal berasal berasal berasal dari Kabupaten Banggai.

    Sementara pembangunan CPP Matindok bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan kapasitas 55 MMSCFD sejak 2014 digarap kontraktor konsorsium PT Wijaya Karya (Wika) dan PT Technip Indonesia. Proyek senilai 234 juta dolar AS ini diperkirakan baru mampu beroperasi terhadap kuartal IV 2016.

    PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap formal meluncurkan produk minyak yang diberi nama EXDO-4. Minyak ini merupakan produk ramah lingkungan dan tidak membawa dampak potensi penyakit kanker. "Produk ini termasuk mampu diekspor ke Malaysia," kata General Manager Pertamina RU IV Edy Prabowo, Rabu, 27 Agustus 2014.

    Menurut dia, sebelum saat waktu bakal pas diekspor, produk sehabis itu ditampung terlebih dahulu bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan ISO Tank baru. Setelah itu, produk bahan bakar berkualtias sehabis itu diangkut menuju Tanjung Priok, Jakarta, untuk dibawa bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan kapal menuju Malaysia.

    Menurut Lead of Supply Chain & Distribution PT Pertamina RU IV Djoko Sulistyo, EXDO-4 merupakan minyak yang digunakan sebagai bahan baku pembuat ban. Zat yang digunakan bersifat nonkarsinogenik. Zat sehabis itu tidak membawa dampak potensi kanker dan ramah lingkungan.

    Nama EXDO, merupakan singkatan berasal berasal berasal dari Extract DAO, yang menggambarkan pembuatan dan bahan baku minyak tersebut. "Sementara angka 4 menggambarkan Pertamina RU IV sebagai daerah memproduksi minyak tersebut," katanya.

    Bahan baku solusi bahan bakar ramah lingkungan produk tersebut, menurut dia, diproduksi oleh tim Pertamina RU IV Cilacap yang mengoptimalisasi fungsi minyak mentah sebagai bahan basic pembuatan ban bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan kualitas yang lebih baik. Produk EXDO-4 sudah dianggap Departemen Hak atas Kekayaan Intelektual.

    Sebelum lakukan penelitian untuk melacak spesifikasi minyak yang sesuai bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan kepentingan pembuatan produk tersebut, Pertamina menganalisis kekuatan pembuatan produk di Refinery Unit di semua Indonesia. “Dari hasil analisis, diperoleh anggapan bahwa RU IV Cilacap yang paling berpotensi untuk memproduksi EXDO-4 secara massal," kata Djoko.

    Produk baru ini diluncurkan Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan sebagai bentuk sinergi bisnis di pasar internasional. Dengan tersedia produk EXDO-4 yang diekspor ke negara lain, Pertamina mampu memperkuat posisinya di didalam bidang eksplorasi kekuatan untuk menambah devisa negara. "Inovasi ini sesuai bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan spirit Pertamina, yaitu 'Semangat Terbarukan',” katanya.
0 comments
Filter comments by original poster
Sort By: